Saat hari mulai petang dan semua burung kembali ke sarangnya...
Telepon rumah berdering
...Kringg....kringg.......kringg...
"Halo?" jawabnya
Hey suara apa itu? (pikirku).
Ternyata gagang telepon yang tadi berdering sudah memolorkan kabelnya mencapai lantai.
Dia terlihat terges-gesa, mengambil tasnya dan masuk ke mobil bersiap ke suatu tempat yang misterius.
Aku tak berpikir apapun saat itu, aku hanya diam termenung menyatu dengan kesunyian itu.
Ketika pagi mulai menjelang.....
Tin...Tin....
Suara klakson mobil terdengar dari balik pintu depan rumah
Ketika langkahku mulai mencapai teras, terlihat mobil warna putih dengan tanda tambah di salah satu sisinya..Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa di luar ramai sekali tak seperti biasanya?
Dari dalam mobil itu diturunkan seseorang yang sedang tertidur dengan pulasnya. Ia tak terganggu dengan kegaduhan di sekeklilingnya
Ketika hari terulang kembali
Burung yang berkicau terdiam di sarangnya
Orang-orang sudah duduk dengan khidmat di sana.
Terdengar suara isak tangis di balik pintu kamarku..
Dengan perlahan aku memberanikan diri untuk keluar...
Tetapi tiba-tiba seseorang menghampiriku dan menggendongku sambil mencoba menyembunyikan wajah sedihnya dariku...
Ia pun membawaku ke arah kotak kayu berwarna coklat yang terletak di ruang tamu dan aku tergugah untuk menengoknya.
Siapa itu?
Bukankah itu orang yang tertidur pulas kemarin?
Akupun mulai menyadari bahwa wajah itu tak asing lagi bagiku
Dia adalah orang yang biasa membangunkanku dia pagi hari
dan dia juga yang biasa menghiburku dan mengajari berbgai hal baru.....
Dia adalah pria yang selalu bekerja setiap pagi untuk mendapatkan sepotong gaji dari kantornya
Dialah yang setiap sabtu kunanti untuk mengantarku sekolah
Dia...dia adalah ayahku....
Kini Tubuhnya terbagi menjadi dua
yang satu tetp tertidur pulas di kotak kayu itu
dan yang satu lagi transparan dan ringan pergi bebas entah kemana.
Kini dia tak ada lagi
tak ada yang membangunkanku tiap pagi dan mengantarku ke sekolah.
Sedih..memang
Tapi, apa daya? semuanya harus kuterima
Aku mulai mencoba melupakannya.
Setelah sebelas tahun berlalu
Kini aku sudah dewasa
Akupun tak perlu memikirkannya
karna aku sadar bahwa tanpa ayah
semuanya tetap bisa terlaksana
Karna aku sudah punya ayah lagi sekarang
ayahku kini lebih dahsyat
bahkan Dia tak bisa dikalahkan siapapun di dunia ini
Dia selalu memberian apa yang aku butuhkan
dan Dia juga sudah merencanakan masa depanku
Dan semua yang diperbuatnya pasti berhasil
Dialah ayahku satu-satunya
Dia lebih setia menghiburku
Dia lebih mengenal aku
Dia tahu apa kebutuhanku
dan Dia ditinggikan di kerajaanNya
Dialah ayahku Dialah Tuhanku :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar