Sebuah Ironi ketika Kekristenan yang sejati justru dipandang sebagai kenehan bagi dunia. Padahal kalau kita mau menyelidiki alkitab, sesungguhnya ya, memang kehidupan Kristen sejati adalah sebuah kenormalan, bukan keanehan. Sayang nya banyak orang yang lebih memilih serupa dengan dunia ini dan mulai meninggalkan nilai-nilai kebenaran yang sejati.
Apa contohnya?
Berdoa 3x sehari dibilang sok rohani, mulut yang selalu mengatakan firman dibilang sok suci, memang hidup yang serupa Kristus sebenarnya dibenci oleh manusia yang masih suka untuk tinggal di dalam dosanya.
1 Korintus 1:27
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.
Yah, tampak bodoh bagi dunia, terkadang kalau ga sadar firman, jadinya malah malu kalau tampak bodoh bagi dunia.
Bukankah Allah kita segila itu, hingga menjadi manusia untuk tebus dosa kita? Coba deh tonton aja filmnya Yesus. Apa yang bisa kamu pelajari bukan hanya ketika Yesus disiksa dan dicaci maki hingga mati di kayu salib. Bahkan kalau diperhatikan bisa juga kita lihat bagaimana keberanian Yesus untuk berani berbeda. Satu-satunya manusia yang mengklaim diri tidak berdosa bahkan lahir tanpa proses pembuahan layaknya orang normal. Maria dan Yusuf pun kena lah dianggap orang-orang sebagai keluarga yang aneh.
Coba bayangkan seberapa ngerinya tanggapan masyarakat terhadap Yesus, Yusuf dan Maria? Anak yang dikandung di luar nikah. Wow kekejaman masyarakat tentu mereka rasakan. Yesus yang seorang tukang kayu, kalau istilah jawa nya "dipaido" (diejek) bisa-bisa nya melakukan mujizat demi mujizat. Mana ada orang yang percaya?
Namun, apakah mereka menyerah begitu saja, lalu berpaling ke Allah lain? Keluar dari komunitas pengikut Kristus? Tentu tidak! Bahkan mereka malah semakin berdampak, dengan hidup yang berani berbeda itu.
Yesus berani memberitakan injil ke mana-mana, Ia bahkan berdialog dengan para Farisi dan ahli taurat, hingga muncullah kebencian para ahli kitab kepada Yesus. Namun, karena menyatunya pikiran Allah dengan Yesus, Ia pun mengerti jalan pikiran Allah dan tetap taat melakukan apa yang harus dia lakukan dan katakan, meskipun ada banyak orang yang menentangNya.
Bagaimana dengan kita? Mari memilih untuk berani berbeda di tengah hiruk pikuk dunia yang selalu berubah. Karena memang benar, dunia terus berubah, tetapi firman Tuhan tidak akan pernah berubah. Menjadi berbeda seperti Yesus, memang akan membawa pertentangan, itulah bayar harga sesungguhnya.

