Wah udah kayak drama korea aja ye, 16 episode...
Jadi hari ini akhirnya kami bertemu kembali setelah 1 bulan saling menenangkan diri/karantina hati kalau bahasanya doi.
Well, aku begitu takjub dengan perubahan hidupnya. Semua kekhawatiranku sirna ketika bertemu dengan sang Pria Daud.
Aku yang tadinya begitu menantikan hari yang disebut "minggu depan" itu, ternyata akan betul segera dipertemukan. Well, aku perlu memberikan waktu jeda selama 1 minggu untuk meyakinkan diriku. Yah, kalau diingat kembali momen bersama yang lalu, aku khawatir di waktu yang seminggu itu, ceritaku habis dan akhirnya keceplosan di awal tentang semuanya, hahaha. Tapi ya, Tuhan itu tetap berdaulat atas relasi ini. Tiba-tiba saja aku dapat tugas ke luar kota untuk melakukan kunjungan khusus selama 1 minggu. Kurasa inilah kesempatan menenangkan hati yang Tuhan berikan supaya aku dan dia tidak berkomunikasi seintens dulu lagi, meskipun aku sudah tidak lagi memblokirnya, karena hari H pertemuan akan segera tiba.
Sampai sekarang pun aku masih takjub dengan pertemuan ini. Segala hal yang dirancang manusia tentu akan terlaksana jika sesuai dengan kehendak Allah. Kami bertemu di tanggal 24 Januari 2021 dan di situ si Pria Daud akhirnya menyatakan segala sesuatunya. Isinya terdiri dari 3 sesi. Sesi 1 basa basi dan menceritakan kisah tentang apa saja yang dia alami, sesi 2 adalah fase menyatakan janji Tuhan, rencana dan target ke depan, dan sesi 3 adalah sesi menyatakan perasaan cinta oleh sang Pria Daud. Hahaha sungguh sistematis acaranya ya.
"Perasaan itu mulai tumbuh ketika kita tidak bisa saling berkomunikasi." Begitu katanya. Betul saja kisah-kisah yang lalu bahwa memang Pria Daud ini tidak memiliki perasaan apapun kepadaku. Betullah bahwa dia jujur mengenai tidak pdkt, tidak punya rasa spesial, seperti yang dia sampaikan di awal. Namun statemen tersebut dipatahkan oleh sebuah fase blokir kontak yang kulakukan.
Hari ini aku melihat kebucinan sang Pria Daud yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Bagaimanakah denganku?
Tuhan membuat segala rasa di hatiku sirna, sirna segala kebucinan yang lalu kurasakan. Mengapa begini? Akupun tak tahu. Toh sebuah komitmen dimulai tidak hanya dengan rasa suka, bukan? Aku betul-betul takjub dengan segala pekerjaan Tuhan sampai akhirnya kami berdua bertemu.
Aku tidak menyangka bahwa segala yang Dia sampaikan lewat Firman dan segala peristiwa itu betul-betul terjadi dalam hidupku. Jawabanku?
Aku akan menceritakan semua kepadanya, semua tentang kisah kami berdua dari part 1 hingga akhir ini, hahaha. Artinya, ya betullah, jika Tuhan berkehendak, aku akan kembali ke kota Jogja satu minggu yang akan datang, kemudian mengutarakan semuanya.
Dan endingnya, tanggal 3 Februari lalu kami bertemu dan aku menerima dia (sang Pria Daud) menjadi teman hidupku.
Rasa syukur yang teramat sangat kepada Bapa tidak terkatakan lagi saking amazing nya perjalanan ini.
Moral value: jika kamu mengandalkan yang patut diandalkan, semua akan indah pada waktuNya, bagianmu adalah: "percaya saja!".
God Bless you
See you on the next Journey of Faith ❤😊


