Rabu, 13 Januari 2016

Born In a New Life

Syalom, aku kembali..
sekarang aku kembali dalam keadaan saya sudah LAHIR BARU hahaha

aku sangat senang dengan keadaanku saat ini..
as you know aja, saat aku baca isi blog ku ini, buset dah semuanya berisi tentang kekosongan yang selama ini aku alami.. mau bukti? coba baca aja beberapa kisah (meskipun ada beberapa yang sudah uhapus karena tidak membangun sama sekali), dan aku mencoba menjawabnya dengan logikaku sendiri, yaitu dengan kata-kata motivasi yang seringkali aku dengar di TV misalnya...

aku sadar bahwa semua itu bukanlah jawaban dari kekosongan yang selama ini aku rasakan. coba bayangkan, jika kamu adalah seorang pelayanan Tuhan di gereja, anak yang baik-baik saja, tidak pernah berkata-kata kotor, seorang yang pendiam, nggak suka aneh-aneh, biasa-biasa aja, super duper biasa, nggak gaul kok, nggak suka juga main di diskotik, jarang belanja, dan semacamnya. bahkan seringkali menyanyikan lagu rohani di kamarku sendiri... MERASAKAN KEKOSONGAN?



Kira-kira menurutmu aku ini kenapa?
mengapa dalam keadaan ku baik-baik saja kok rasanya masih ada yang berlubang..
dan bagian yang kosong itu seringkali membuat aku berpikir untuk berhenti berharap, mudah menyerah, merasa nggak ada yang berarti, mulai berpikir bahwa hidup ini membosankan, dan lain-lain. ekstrimnya adalah adanya keinginan untuk bunuh diri. aku rasa alasannya adalah karena ada keinginan untuk kekosongan itu supaya diisi oleh sesuatu...

Hmmm, kalo kamu pernah merasakan itu.. aku mau katakan bahwa yang bisa mengisinya bukan film Korea yang biasa kutonton setiap hari setiap episodenya, bukan makan sekenyang-kenyangnya ketika aku ada dalam keadaan marah, bukan menyendiri dan mulai memikirkan kehidupan orang lain yang kelihatannya lebih baik darimu, bukan bermain-main di suatu obyek wisata bersama sahabat-sahabatmu, bahkan bukan juga mendengarkan musik-musik yang disetel di restoran-restoran sambil meratapi keadaanmu...

Percayalah ini bahwa satu-satunya yang bisa mengisimu secara penuh hanyalah YESUS KRISTUS sendiri.

mengapa aku mengatakan ini? karena aku mengalaminya..

saat itu aku ada di suatu kantor yang biasanya aku bekerja di sana...aku mencoba menceritakan kekosonganku ini kepada salah seorang seniorku yang kuhormati di sana. dia menjawabku dengan lemah lembut. bukan menyalahkan keadaanku, bukan membenarkan, tetapi menetralkan, hahaha abstrak ya..

yah singkat cerita di tempat itu aku bertemu dengan seseorang yang mengajakku pemuridan..
sebenarnya aku juga tidak tau menahu apa itu pemuridan. tanpa banyak bertanya aku menjawab: ya, aku mau dimuridkan.

Aku sebenarnya tidak merasa pemuridan adalah jawaban dari semua kekosonganku
but, aku critakan sajalah ya...
di hari pertama PA (Pendalaman Alkitab) materinya tentang hati Bapa..
Bagaimana seorang Bapa mengasihi anak-anakNya. dan aku menyadari untuk pertama kalinya dalam hidupku "kenapa aku sulit menyadari bahwa ada Bapa di sampingku?" adalah karena ayahku di dunia sudah meninggal saat aku berusia 5 tahun, dan itu membuatku tidak bisa menggambarkan secara nyata bagaimana cara ayahku menyayangiku, semuanya aku lupakan karena sudah cukup lama. singkat ceritanya lagi, aku mulai tidak ragu lagi untuk semakin mendekat sama Bapa dalam doa-doaku, karena aku sudah mengenalnya, yaitu bahwa Dia mengasihiku...

Hahahaha
selanjutnya ketika aku mulai diikutkan sebuah ibadah yang jamnya bertabrakan dengan jam palayananku di gereja.
A: Estu, kamu jadi ikut kan ibadah nanti?
E: iya, iya jadi mbak..

Jam 3.05
rrrttttttt..rtttt handphone getar...
aku sedang ada di jalan mencari-cari di mana tempat ibadah yang dimaksudkan kakak itu..
Ketemu deh sama tempatnya, dan pas aku masuk semuanya kelihatan biasa saja. musiknya biasa, orang-orangnya biasa saja...

hmm tapi pas mulai penyembahan mulai muncul banyak pikiran, "ayo Estu kamu ke sini buat apa? biar ketemu sama cowok ganteng ya? biar kamu makin eksis di kampus kan? hahhahaa (tawa jahat)

di titik itu aku berbicara pada hatiku sendiri
"stop sampai di sini, aku muak sama pikiran ini, AKU NGGAK MAU SUAM-SUAM KUKU LAGI"

di titik itu untuk pertama kalinya aku menyadari dan mempraktekan arti dari segenap hati ikut sama Tuhan, yaitu dengan motivasi yang benar, beribadah kepada Nya.

Next yaa.. aslinya mau PA, tetapi aku dapat tugas untuk mengerjakan materi Gambar Diri..
Ketika aku mengerjakannya, entah kenapa mataku seperti dibukakan pengertian-pengertian baru mengenai bagaimana Bapa memandang manusia, yaitu memandang setiap kerinduan hati anak-anakNya, bukan melihat apa yang biasanya dilihat manusia-> prestasi, kemampuan, kecatikan

Mulai dari situ pikiran konyol muncul: "wah berarti selama ini aku berdosa dong ketika mengingini mereka yang mukanya ganteng-ganteng hahaha, karena kan Bapa memandang hati mereka kan yam bukan muka-mukanya."

untuk pertama kalinya aku bisa tertawa-tawa karena Firman Tuhan.
memang beda ya rasanya ketika Firman Tuhan sendiri yang berbicara hahaha

next...

semakin kesini, aku semakin ditarik terus untuk mengikut Tuhan..
bukannya semakin tenang tetapi malah semakin bergejolak hatiku..
bagaimana tidak? masa aku harus memilih antara tetap melayani di gereja atau di tempatku pemuridan.
hatiku bilang, kamu harus tetap pemuridan, tapi muncul juga berbagai macam kontra dari pelayanan gereja, bahkan dari keluarga yang menunjukkan bahwa sebenarnya pilihanku salah untuk terus pemuridan. dicaci maki, direndahkan hanya karena aku mempertahankan keinginanku untuk tetap pemuridan. aku nggaktau apa yang terjadi dengan hatiku saat itu, ada sih rasa Takut, tetapu beda rasa Takutnya seperti digencet sedemikian rupa sehingga rasa Takut itu jadi lebih kecil daripada tekadku untuk terus dimuridkan..

Satu Firman yang sangat merhema bahkan sejak aku belum mengenal pemuridan

Yohanes 15:16

Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap

Buah yang tetap? buah yang suatu saat aku tinggalkan dan mereka akan tetap ada dan tidak mati, apalagi kalau bukan PEMURIDAN??

Dari sinilah aku dikenalkan bagaimana sebenarnya Pribadi Kristus itu, dan tanpa bertanya dan tinggal taat, maka semuanya akan dibukakan..


Matius 28:19-20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu sampai kepada akhir jaman.

Tidak ada komentar: