Kalau saya search, dalam bahasa Yunani Kuno KAIROS artinya waktu yang tepat. Saya belajar banyak mengenai hal ini. KAIROS Tuhan artinya waktu yang tepat yang ditetapkan oleh Tuhan kepada kita.
Lewat firman di Pengkotbah 3 ditulis mengenai "segala sesuatu ada waktunya", ada waktunya untuk menangi, ada waktunya untuk tertawa, dst...
Lalu saya sontak melanjutkan : ada waktunya untuk menderita dan ada waktunya untuk menang, ada waktunya single ada waktunya untuk berpasangan, ada waktunya pelayanan atau pekerjaan baik, ada waktunya untuk down, ada waktunya untuk menikah dan ada waktunya juga untuk kuliah, dan banyak lagi hal-hal yang ditetapkan Tuhan dalam waktu-waktu hidup kita.
Sejak saya percaya bahwa kita dipanggil dan dipilih Allah untuk menjadi rekanNya memperlebar kerajaan dan memuliakanNya, saya pun yakin bahwa saya mempercayakan hidup di tangan yang tepat. Segala sesuatu yang terjadi, mulai dari saya bayi bahagia bersama orangtua, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja dan sekarang melayani, Tuhan turut campur tangan dalam setiap kehidupan saya, bahkan di momen-momen sederhana sekalipun. Perhatikanlah bahwa waktu Tuhan selalu tepat dan gak pernah kurang atau lebih.
Sederhananya, Tuhan mengingatkan lagi tentang kedaulatanNya kepada saya lewat apa yang baru saja saya renungkan. Kejadian 27, kisah mengenai Yakub yang diberkati Ishak hak kesulungan. Hak kesulungan begitu penting, karena akan diberkati dengan berkat spesial, memiliki hak pimpin yang lebih dibandingkan anak-anak lainnya. It means bahwa Ishak mengerti seberape pentingnya hak itu, dan so pasti doi hati-hati juga dong untuk memberkati, ya kalau-kalau salah orang bukan?
Namun, menariknya Ishak yang kata guru sekolah minggu dikibulin Yakub yang pura-pura jadi Esau malah tetap memberkati Yakub, meskipun sebenernya Ishak tau itu bukan Esau. Hmm, menarik bukan?
Ini yang saya renungkan:
bukankah orang buta/ rabun biasanya pendengarannya lebih peka? atau mungkin indra perasa, penciuman, perabanya lebih peka? Biasanya seseorang dengan satu atau dua kekurangan (fisik) akan punya kepekaan spesial di kemampuan yang lain. So, saya pun mulai berpikir, bahwa seharusnya Ishak pendengarannya lebih peka daripada orang normal, penciuman atau perabanya lebih peka juga.Kejadian 27: 22
Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub, kalau tangan, tangan Esau."
Ininih part Ishak dilema, so, untuk meyakinkan Ishak, dia meminta supaya anaknya itu mendekat dan mencium bapanya.
Kejadian 27:27
Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia....
Nah sampai sini paham kan kenapa saya bilang Ishak tau kalau itu Yakub?
Perhatikan bahwa pertukaran hak sulung ini telepas dari kesalahan dan kesombongan serta keangkuhan manusia (Esau), namun juga menurut saya ada kedaulatan Tuhan di sana. Keluarga ini wagu, aneh, berbeda dan unik, (salah?). Hak sulung tidak diberikan kepada si sulung? Sampai pada akhirnya justru keturunan Yakublah yang menjadi umat perjanjian Allah Abraham, Ishak dan (Yakub)...
Tuhan menetapkan yang tidak sempurna, Yakub yang seorang penipu menjadi bangsa yang besar. Tuhan bekerja lewat Ishak untuk memberkati anak bungsunya.
So? Apasih yang gak bisa Tuhan lakukan atas hidupmu? Saya yakin Tuhan turut campur tangan di keluarga Abraham bahkan Dia Tuhan yang sudah lihat jalanNya ke depan, bahwa lewat keturunan Yakublah juru selamat itu lahir, Yesus Kristus. Masa iya sih, dia nggak memperhitungkan hal-hal "kecil" yang terjadi dalam kehidupan kita? Allah turut bekerja dalam segala sesuatu kata Roma 8:28 bukan?
Artinya, Tuhan sudah mengatur dan berdaulat atas hidupmu. Saya semakin paham arti dari: Aku mau memberikan belas kasihan kepada siapa yang mau kuberikan belas kasihan. Semua kedaulatan Tuhan loh! Bukan kita! Jadi percayakanlah hidupmu sama Dia. Dia bisa mengubahkan hidupmu yang bukan siapa-siapa jadi seseorang yang dipakai Tuhan luar biasa lewat kelemahanmu.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar