Rabu, 08 Juni 2022

Happy 1st Anniversarry (The Engangement)

Sudah satu tahun aja ya, mas Pria Daud bersama aku...

awal berteman hidup, lucu sekali kurasa. Getaran cinta terus terasa bahkan hingga sekarang, namun semakin dalam rasanya. Aku ingat ketika hari pertama jadian kita, kamu kaku sekali memegang tangan bahkan merangkulku, wkwkwk, bahkan panggilan sayang pun masih terasa geli tapi lama-lama terbiasa juga ya hahaha.

Ada banyak hal yang kupelajari darimu...

Aku belajar juga untuk mengerti bahwa menikah adalah satu bentuk di mana kita sama-sama harus siap menghancurkan ego kita berdua. Aku akui, kamu jago sekali melakukannya. Kamu mengalah banyak hal terhadapku. Terimakasih atas pengertianmu kepadaku, aku bersyukur untuk semua yang ada pada dirimu.

Ayah dan ibu mertua yang juga memahamiku dan sangat terbuka kepadaku, membuatku tidak terhakimi mengenai siapa aku. Kamu bilang bahwa aku seperti malaikat penyelamatmu? Wow, aku saja terkaget mendengarnya! Siapakah aku ini bisa begitu berharga di mata orang lain sebegitunya? Seneng deh rasanya dianggap "semahal" itu sama kalian semua.

Sungguh keluargamu ibarat gambaran kasih Tuhan buatku. Selama ini aku meraba Tuhan tanpa melihat seperti apa wajahNya? Aku bahkan hanya menggambarkannya lewat mataku yang selalu tertutup saat berdoa. Namun, rupa Kristus  itu nyata lewat keluargamu. Aku banyak bersyukur untuk itu kepada Tuhan.

Sebuah perubahan baik akan terjadi ketika ada "kasih tanpa syarat" di sana. Aku mengalami berkali-kali denganmu dan keluargamu. Terlepas dari apapun kekurangan kalian, yang tentu aku menyadarinya juga. Namun, bukankah Tuhan mempertemukan kita untuk bisa saling membentuk satu sama lain?

Betapa luar biasanya Tuhan mempertemukan kita berdua di waktu-waktu ini, aku sungguh bersyukur. Rasa yang jarang sekali kurasakan, yaitu rasa: "takut kehilangan", langsung muncul sejak aku mengenalmu, dan rasa itu kian menguat sepanjang perjalanan kita hingga saat ini.

Mungkin Tuhan mau membuat aku merasakan itu untuk menyadarkanku bahwa aku hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan banyak rasa seperti nano-nano.

Aku berdoa kepada Bapa, agar Dia membawa kita kepada perjalanan iman yang semakin luar biasa, agar namaNya semakin dikenal oleh banyak orang lewat perjalanan kita berdua. Terimakasih di bulan Februari ini kamu sungguh melamarku, kita membeli cincin berdua, kamu sungguh menunjukkan keseriusanmu kepadaku hahaha...

You know how to treat me like a princess

"I love you!" begitu katamu, namun kubilang "nggak mempan!"

lalu kamu melanjutkan, kalo ini pasti mempan, "kamu mau ke mana? Aku anterin ya...!"

Hahaha, mulutku tersenyum lebar, aku tertawa hahahaha mendengar itu.

Bahasa kasih "act of service" ku meleleh mendengar perkataanmu.

Tidak ada komentar: