Aku teringat akan renungan yang Tuhan sampaikan mengenai seorang Abraham yang menantikan seorang Ishak sebagai "anak perjanjian". Apakah penantian itu sebentar? Kukira tidak, kalau buatku 1 atau 2 tahun mungkin sudah cukup lama, tapi Abraham apakah menantikan janji hanya setahun dua tahun? Of course NOT!
Ada juga tokoh lain yaitu Musa. Musa dipanggil Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari tanah Mesir. Menurutmu, apakah itu sebentar si Musa mengerjakannya? Of Course big NO! Musa pun mengerjakan panggilan Tuhan (Visi Tuhan) itu cukup lama. mengapa aku bisa tau? (FYI: im just brainstorming),karena bahkan alkitab menyatakan bahwa bangsa Israel karena ketidaktaatannya maka mereka dibuat berkeliling selama 40 tahun (is that a short time?) itu logikanya saja, baru pas Israel dihuum Tuhan, belum proses Musa kasih 10 Tulah, Musa berjalan bersama bangsa Israel dan berperang melawan berbagai macam kerajaan. Mungkin kalau diperhitungkan, itu memakan waktu yang cukup lama sekali.
Artinya??
Artinya adalah bodoh ketika aku mulai bosan mengerjakan semuanya ini. I tell you something...
Ketika aku mulai menyelidiki tentang apa yang membuat aku ingin memulainya..
Answer is:
Because I have a vision. Aku menerima satu visi dari Allah. Aku menerima apa yang harus kukerjakan, which trough? His Promises...
.ini berbicara tentang JANJI yang Tuhan sudah berikan aku untuk kukerjakan dan memulainya.
Tebak apa janjinya? Tebak seperti apa janji Tuhan yang membuatku mau-maunya melepaskan zona nyamanku untuk pergi menduduki negeri itu? MEninggalkan gereja persekutuanku sampai dianggap tampak bodoh di depan keluargaku. Ketika kebenaran yang kuhidupi membuatku melihat banyak orang yang bahkan kukasihi tidak menghidupi kebenaran itu.. Dan aku memberanikan diri untuk melangkah masuk dalam rencananya.....
All about Yesaya 48
Benar aja ketika keseluruhan perikop itu menjadi puncak aku menapaki langkah ini.
Well. Aneh rasanya ketika aku harus menghidupi Kristus. But, over all menyenangkan sih sebenernya. Karena selalu saja ada yang terasa tidak biasa aku lakukan. Sangat menyakitkan sekali ketika harus merasakan penderitaanNya. Tetapi sangat sukacita sekali ketika aku mendapatkan bagian itu. Berjalan berdasarkan visi dan bukan rutinitas belaka :') Uuuuuu.....
Okey sekali lagi ya, aku sedang ada di komunitas yang bernama Sion Ministry. Kekhasan dari komunitas ini menurut ku adalah pemuridannya. Hmmm lagi-lagi pemuridan, hehe. But, nggak bisa dipungkiri bahwa akan banyak hal yang akan diproses dalam pemuridan ini. Entahkah itu karakter, cara pandang atau mungkin kinerja (sebenernya dengan mengatakan Karakter itu udah bisa melingkupi segalanya sih menurutku). Well, pemuridannya yang khas yang membuatku ketar-ketir. Pengampunan, kasih, pengendalian diri. Siapa bilang itu gampang sekali diterapkan? Nggak pernah ada manusia yang 100% sempurna untuk mempraktekannya. Memang nggak ada, tapi ketika kamu mengijinkan Yesus menguasai karaktermu, kedaginganmu, semuanya akan tampaknya mudah, "tampaknya".
Teguran dari salah satu rekan bilang: "Tuhan kasih kamu kepercayaan itu karena kamu mampu untuk melakukannya." Dia juga membuat suatu postingan yang menjelaskan bahwa respon dari orang yang mau dibentuk adalah lari atau taati (aku lupa kata-kata persisnya). Dan aku memilih untuk tidak lari dan MAU TAAT. I tell you now! Ketaatan adalah salah satu yang mungkin tampaknya mudah kulakukan, tapi sepertinya ketaatanku tidak sesempurna itu kulakukan.
Well, ini adalah masa-masa mendoakan buatku, ingat postingan sebelumnya? okey kalau nggak ingat, silakan baca deh ya judulnya :Crus..Crush..Chrush...
Intinya sedang ada problem dalam pemuridanku ini. Sesungguhnya aku tidak tau bagaimana cara memperbaikinya. Mengapa? Karena aku pribadi sudahmelakukan suatu hal yang sangat fatal menurutku. Anggap saja seperti seorang Daud yang berzinah pada Betsyeba, atau seperti Musa di mata air Meriba yang memukul mata air itu melebihi dari perintah Tuhan. Aib coy untuk kuceritakan.
Sedikit bingung dengan peran seorang kakak rohani di sini. Apakah menurutmu pemuridan itu untuk supaya kamu diperhatikan atau supaya kamu dituruti? Bukankah pemuridan di Sion ini prinsipnya adalah ketaatan? bukankah prinsipnya PASTI akan ada pembentukan di situ? Tetapi mengapa sepertinya banyak kali yah pemuridan karena dengan alasan-alasan tersebut di atas? Akupun pernah pemuridan dengan alasan yang serupa. Actually, sekarang aku menganggap alasan-alasan itu adalah sebuah bonus yang kuperoleh dari pemuridan. Justru kenikmatan dari pemuridan adalah pembentukannya bukan? (menurutku sih..)
Okey step yang sedang aku lakukan untuk masalah di salah satu pemuridanku ini (atau mungkin di pemuridan kalian yang sedang kurang baik?) adalah berdoa...
Pagi ini Tuhan rhemakan sesuatu yang menurutku (masih bertanya-tanya lebih dalam) cukup sangat dahsyat adalah BERSABAR, jangan mendahului caranya Tuhan.. Baca aja di Yakobus 5:7-11
5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan ! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu
5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
Agak sedikit comot ayat mungkin, di sini Tuhan merhemakan tentang bersabar dan meneguhkan hati. Bertekun pula. Hmm aku merenungkan sesuatu bahwa apapun yang sedang terjadi saat ini akan ada waktunya kamu akan menuai dengan sorak-sorai. Seperti seorang petani yang terus menabur dan ketika tiba musim menuai ia akan bersukacita dan menikmati pertama kali hasil usahanya. Selain itu, disebutkan juga tentang tokoh Ayub. Seorang yang saleh kepada Allah di sini. Tuhan ingatkan tentang seorangAyub yang saleh dicobai dengan cara yang di luar akal pikiran manusia. Dia dibuat sebatang kara dan berpenyakit, bahkan istrinya meninggalkan dia. Apakah ia bersalah? Tidak juga, hanya saja Iblis mau menguji apakah Ayub ini akan mengutuki Tuhan Allah nya atau tidak. BTW, apakah Ayub tidak mengeluh? Dia mengeluh euy hampir di semua pasal di kitab Ayub isinya keluhan semua. Tapi di suatu titik, Ayub kembali berjaya ketika Tuhan tetapkan waktunya ia berjaya. Satu hal yang sekali lagi seorang rekan katakan pada saya adalah, sampai di suatu titik kamu akan menyadari bahwa kamu nggak bisa tanpa kekuatanNya.
Well, bersambung sampai sini dulu postigannya. Semoga memberkati. GBU : )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar