Selamat datang di keluarga baru!!
Ini adalah komunitas rohani di mana saya bertumbuh secara Rohani. Seiring dengan pertumbuhan rohani saya, saya menyadari bahwa saya TIDAK mau tinggal di kota ini. Saya MUAK dengan kota Jogja. Alasannya adalah, saya sudah tinggal di kota Jogja selama 23 tahun, dan tidak pernah berpindah-pindah. Sudah khatam saya sama kota ini.
Suatu hari, saya mulai berdoa tentang Panggilan Hidup. Berkali-kali saya minta Tuhan buat saya pergi dari kota Jogja. Lalu Ia bertanya, mengapa? Saya sampaikan proposal hidup saya yang begitu simpel. Saya ingin belajar untuk tinggal di kota perantauan. Namun, Dia nggak tandatangani proposal saya. Dia berkali-kali bilang tentang Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota itu. Tuhan mengasihi kota itu, lalu mengapa kamu tidak mau? Alasan saya, ya mengapa harus saya tetap tinggal di sini?
Lalu, berkali-kali saya berdoa, mulai dari semester 5, tahun ke 3 saya di kampus. Selalu saja Dia bilang,
Aku mengasihi kota ini. Usahakanlah kesejahteraannya. Berkali-kali saya tolek, sampai suatu kali di sebuah KKR (lagi), di salah satu gereja di Jogja, yang nggak pernah saya datangi sebelumnya. Di situ membicarakan tentang "memberkati kota". Lalu dikatakanlah di situ : Tuhan mau kamu mengerjakan suatu hal yang besar! (ini ngomong ke semua peserta ya, bukan cuma ke saya). Lanjut: Tuhan mau kamu memberkati kotamu. (dalem hati pun menjawab: aku nggak mau tinggal Tuhan, aku mau pergi-> maksudku biar alkitabiah, pergi bukan tinggal). Lalu kata yang paling menohok adalah: bagaimana mungkin Tuhan percayakan kepadamu kota yang lain, sementara kotamu sendiri, kamu nggak mau kerjakan?" Jebreettt!! langsung rasanya seperti ada petir yang menyambar hati saya. Tangisan saya pecah waktu itu. :')
Tahukah kamu? Saat berkali-kali saya ragu, Dia selalu bilang: nak, ini mereka domba-dombaKu. Maukah kamu mengerjakan mereka? Apakah engkau mengasihi Aku? jawabku: Ya, Tuhan, aku mengasihi Engkau. JawabNya lagi: Gembalakanlah domba-dombaKu.
Barulah saya sadar, ini adalah percakapan Yesus yang sedang memtahbiskan Petrus seorang mantan penyangkal Yesus menjadi leader bagi murid-muridNya.
Suatu hari di salah satu KORPS, saat yang lain berdoa, saya terdiam membisu. Saya hanya diam dan menutup mata. Namun, sambil saya memainkan alat musik gitar saat itu. Saat semua orang kepenuhan, saya malah membuka mata dan melihat mereka satu-persatu. Lalu saya bertanya: Tuhan, benarkah yang Kau katakan itu? (Gembalakanlah domba-dombaKu). Lalu terdengar suara: ya, mereka adalah kawananmu, Aku akan mempersiapkan kamu, nak! uuhh dengan suara yang terlembut saat itu saya masih tidak mau percaya!
Banyak hal yang saya sampaikan kepada Tuhan, sama seperti Musa yang menolak menjadi pembebas bagi bangsa Israel. Juga Gideon yang menolak untuk mengalahkan bangsa Midian, Yunus yang mencoba lari, namun akhirnya dibawa juga ke Niniwe.
Kisah Para Rasul 1:4 (cuplikan)
"....Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa,....."
Stay here! Wait my promises (karna janjiNya banyak banget sama saya)!! Akhirnya saya mengatakan Ya! untuk panggilanNya.
Selama perjalanan hidup saya bersama Dia. Saya mulai masuk dalam kehendakNya dalam hidup saya. Mengasihi kota Jogja dengan segala keterbatasan saya.
Saya menyadari bahwa setiap domba yang Dia percayakan ini adalah calon-calon gembala/pemimpin bagi generasi yang terhilang ini. Kerinduan saya adalah ada regenerasi yang baik dari mereka. Semua itu dimulai dari saya lebih dulu. Saya punya prioritas yang lain selain diri saya sendiri, yaitu mereka. Sedikit demi sedikit, kebangkitan terjadi.
Foto itu adalah foto pertama kalinya mengadakan sebuah welcome party dengan pasukan lokal yang begitu banyak! Awalan yang bagus bukan?
Dia yang mengerjakannya..,
dan, ini adalah hasil kontemplasi saya, saat saya tidak bersama-sama dengan mereka:
Tuhan, ya, benar, mereka seperti permata yang indah di mataku! :')
Mereka seperti domba-domba lucu dengan potensi masing-masing.
Mereka banyak, dan bayangkan apa yang akan terjadi jika setiap mereka menjadi pemimpin bagi generasi ini?
Am I really falling in love with Yogyakarta?
Lord, I know kalau MEREKA SANGAT BISA MEMIMPIN BANGSA INI!
Sion Jogja adalah milikMu
Aku Khawatir! Apakah mereka bisa?
Antar Jemput, atur teknis, dan lain-lain.
Mengapa aku begitu ingin ada di sana? Apakah langkahku ini sudah benar, Tuhan?
Atau ini hanyalah aku yang terlalu egois?
Ohh TUHAN, nyatanya mereka bisa, karena mereka bersama denganMU,
Ya, sama seperti Kau bersamaku, sekarang :')
Begitulah kontemplasi saya 28 September 19.00, di Toko Wrekso, Jogja.
Lalu, berkali-kali saya berdoa, mulai dari semester 5, tahun ke 3 saya di kampus. Selalu saja Dia bilang,
Aku mengasihi kota ini. Usahakanlah kesejahteraannya. Berkali-kali saya tolek, sampai suatu kali di sebuah KKR (lagi), di salah satu gereja di Jogja, yang nggak pernah saya datangi sebelumnya. Di situ membicarakan tentang "memberkati kota". Lalu dikatakanlah di situ : Tuhan mau kamu mengerjakan suatu hal yang besar! (ini ngomong ke semua peserta ya, bukan cuma ke saya). Lanjut: Tuhan mau kamu memberkati kotamu. (dalem hati pun menjawab: aku nggak mau tinggal Tuhan, aku mau pergi-> maksudku biar alkitabiah, pergi bukan tinggal). Lalu kata yang paling menohok adalah: bagaimana mungkin Tuhan percayakan kepadamu kota yang lain, sementara kotamu sendiri, kamu nggak mau kerjakan?" Jebreettt!! langsung rasanya seperti ada petir yang menyambar hati saya. Tangisan saya pecah waktu itu. :')
Tahukah kamu? Saat berkali-kali saya ragu, Dia selalu bilang: nak, ini mereka domba-dombaKu. Maukah kamu mengerjakan mereka? Apakah engkau mengasihi Aku? jawabku: Ya, Tuhan, aku mengasihi Engkau. JawabNya lagi: Gembalakanlah domba-dombaKu.
Barulah saya sadar, ini adalah percakapan Yesus yang sedang memtahbiskan Petrus seorang mantan penyangkal Yesus menjadi leader bagi murid-muridNya.
Suatu hari di salah satu KORPS, saat yang lain berdoa, saya terdiam membisu. Saya hanya diam dan menutup mata. Namun, sambil saya memainkan alat musik gitar saat itu. Saat semua orang kepenuhan, saya malah membuka mata dan melihat mereka satu-persatu. Lalu saya bertanya: Tuhan, benarkah yang Kau katakan itu? (Gembalakanlah domba-dombaKu). Lalu terdengar suara: ya, mereka adalah kawananmu, Aku akan mempersiapkan kamu, nak! uuhh dengan suara yang terlembut saat itu saya masih tidak mau percaya!
Banyak hal yang saya sampaikan kepada Tuhan, sama seperti Musa yang menolak menjadi pembebas bagi bangsa Israel. Juga Gideon yang menolak untuk mengalahkan bangsa Midian, Yunus yang mencoba lari, namun akhirnya dibawa juga ke Niniwe.
Kisah Para Rasul 1:4 (cuplikan)
"....Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa,....."
Stay here! Wait my promises (karna janjiNya banyak banget sama saya)!! Akhirnya saya mengatakan Ya! untuk panggilanNya.
Selama perjalanan hidup saya bersama Dia. Saya mulai masuk dalam kehendakNya dalam hidup saya. Mengasihi kota Jogja dengan segala keterbatasan saya.
Saya menyadari bahwa setiap domba yang Dia percayakan ini adalah calon-calon gembala/pemimpin bagi generasi yang terhilang ini. Kerinduan saya adalah ada regenerasi yang baik dari mereka. Semua itu dimulai dari saya lebih dulu. Saya punya prioritas yang lain selain diri saya sendiri, yaitu mereka. Sedikit demi sedikit, kebangkitan terjadi.
Foto itu adalah foto pertama kalinya mengadakan sebuah welcome party dengan pasukan lokal yang begitu banyak! Awalan yang bagus bukan?
Dia yang mengerjakannya..,
dan, ini adalah hasil kontemplasi saya, saat saya tidak bersama-sama dengan mereka:
Tuhan, ya, benar, mereka seperti permata yang indah di mataku! :')
Mereka seperti domba-domba lucu dengan potensi masing-masing.
Mereka banyak, dan bayangkan apa yang akan terjadi jika setiap mereka menjadi pemimpin bagi generasi ini?
Am I really falling in love with Yogyakarta?
Lord, I know kalau MEREKA SANGAT BISA MEMIMPIN BANGSA INI!
Sion Jogja adalah milikMu
Aku Khawatir! Apakah mereka bisa?
Antar Jemput, atur teknis, dan lain-lain.
Mengapa aku begitu ingin ada di sana? Apakah langkahku ini sudah benar, Tuhan?
Atau ini hanyalah aku yang terlalu egois?
Ohh TUHAN, nyatanya mereka bisa, karena mereka bersama denganMU,
Ya, sama seperti Kau bersamaku, sekarang :')
Begitulah kontemplasi saya 28 September 19.00, di Toko Wrekso, Jogja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar