Well, Im happy.. very
happy to be here!!
7 September yang lalu
diadakan pelepasan di kampusku, acara itu diperuntukkan bagi mahasiswa yang
lulus di periode genap lalu. Puji Tuhan aku adalah salah satunya yang ikut
wisuda pelepasan fakultas hari itu. Sejujurnya, aku takjub dengan kasih karunia
Tuhan, tgl 8 September lalu aku telah diwisuda dan akibatnya menambahkan nama
S.Psi. di belakang namaku.
Maria Estu Tantri S.Psi.
(ciyee...)
Sejujurnya aku tidak
pernah menyangka bisa ada di tahap ini. Setahun yang lalu, aku masuk ke dalam
auditorium kampus dan bilang:"Tuhan, kalau aku bisa naik ke podium itu
untuk diwisuda, aku akan saksikan kebesaranMu atas hidupku!"
Ya, postingan ini isinya
sedikit kesaksian hidupku yang nggak pernah biasa-biasa aja!
Kalau kalian baca
postinganku sebelumnya di tahun 2017, "Iwant to marry"
https://hopey-popey.blogspot.com/2017/05/i-want-to-marry.html
kamu akan menemukan
bahwa aku di situ ada di titik mau MENYERAH!!
Mengapa? Di titik itu
aku bertemu dengan titik terendahku "lagi"! Kehilangan arti hidup dan
lain sebagainyalah. Padahal pelayananku tetap jalan bukan? Pemuridan
masih jalan, pengembalaan jalan. Tapi sejujurnya di titik itu, adalah masa yang
begitu berat yang akhirnya terlewat bareng si Bapa hehehe.
Alur mundur ya!
Titik terendah pertamaku
adalah ketika ibu meninggal. Di masa itu terjadi pergantian otoritas,
pergantian gaya hidup, pergantian prioritas dan tanggung jawab. Usiaku 18 tahun
saat itu. Banyak nilai-nilai keluarga yang baru ditanamkan dalam keluarga aku
yang tanpa sosok "ibu dan bapak". Itulah titik yang membuatku dilema,
di masa itu juga aku dapatkan pengumuman bahwa aku mendapat beasiswa dari
kampus. Di titik aku merasa kehilangan, di titik itu aku merasa Tuhan sedang
memaksaku untuk "BERSUKACITALAH SENANTIASA!".
Aku masuk kuliah dengan
Beasiswa yang (awalnya) sempat kutolak. Hanya karena bukan kampus UGM yang
kumasuki. Aku masuk ke Sanata Dharma Psikologi. Namun, di masa itu aku sempat
dilema dan mempertanyakan untuk apa aku kuliah (berkali-kali kutanyakan
itu buat diri sendiri). Sampai di tingkat 3 semester awal, aku memulai
perjalanan pemuridanku. Mulai dari situlah aku mendapatkan janji atas hidup dan
keluargaku bahwa:
Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku
tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku
menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu
terus; Aku mau memikul kamu dan
menyelamatkan kamu.
WOW AMAZING!!
Tuhan itu setia banget
kan ya :') seperti yang ku bilang di caption IG, Dia setia banget.
Ada suatu waktu di mana
aku menemukan banyak catatan harian ibuku. Di buku itu diceritakanlah bagaimana
ia akhirnya lahir baru, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan mengalami
Tuhan. WOW itu di usiaku 4 tahun, Tepat beberapa minggu sebelum bapak meninggal.
Hal yang mengagetkanku saat membaca buku harian ibu, di situ tertulis bahwa ibuku sudah tau bahwa bapak akan segera dipanggil Tuhan. Di dalam buku itu tertulis ketakutan ibuku menghadapi apa yang akan terjadi padanya. Pertemuannya dengan beberapa hamba Tuhan yang luar biasa (seorang nabi dan seorang penginjil yang booming sepertinya pada masa itu) menubuatkan bahwa Tuhan akan menolong hidup ibuku. Tuhan bilang ke ibuku untuk kuatkan dan teguhkanlah hatimu!
Yosua
10:25
Lalu berkatalah Yosua kepada mereka:
"Janganlah takut dan janganlah tawar
hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu sebab
secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu
perangi." (TB)
Kemudian, Yosua berkata kepada mereka,
"Jangan takut dan jangan gentar,
jadilah kuat dan berani, sebab inilah yang akan dilakukan TUHAN
kepada semua musuhmu, yang kamu perangi." (AYT)
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, bersikaplah sebagai
laki-laki! WOW!!
Jangan takut dan tawar hati terhadap apa yang
akan terjadi di hidupmu :')
Di titik itulah aku tau bahwa aku tidak sendiri dalam memperjuangkan hidup. Aku meneladani ibu yang lebih dahulu mendahuluiku pergi ke Bapa, untuk benar-benar menyerahkan hidup dan keluargaku kepada Tuhan .
Puji Tuhan, semenjak bapak meninggal, aku, kakak dan adikku tetap hidup berkecukupan.
Ibu selalu mengajak kami untuk bekerja keras, entah
itu berjualan acessories, daster dan kain lampin di Sunday Morning (Pasar murah
di area UGM tiap hari Minggu pagi), atau jualan makanan Cwie Mie resep dari
bude, bahkan keliling Jogja, Solo, Semarang untuk menemani ibuku saat bekerja
sebagai distibutor obat di apotek.
Kami bertiga hampir selalu mendapatkan biaya gratis untuk sekolah. Mulai dari BOS (Bantuan Orientasi Sekolah) jaman SMP, jadi perbulan hanya bayar 5 ribu rupiah saja, lalu di SMA juga ada beasiswa dari BNI untuk biaya sekolah ku. Bahkan di kuliah ini aku mendapatkan beasiswa juga selama 4 tahun. Kakakku juga dapatkan biaya gratis untuk kuliah selama 4 tahun.
Dari manakah datangnya uang sakuku selama ini? Tuhan kasih pemasukkan lewat beasiswa dan hasil dari bekerja menjadi asisten tes. Kakak dan adikku juga begitu, mereka mencari uang semenjak masuk kuliah. Kami bertiga terbiasa menjadi orang-orang yang membiayai hidup kami sendiri, dengan cara kami masing-masing tentunya. Aku menjadi saksi perjuangan kakak dan adikku, bahkan perjuanganku sendiri. Di masa-masa itulah aku benar-benar merasakan bahwa Dia TIDAK PERNAH sekalipun meninggalkan ku. Aku tau bahwa Dialah yang menanggung hidupku :')
Segala sesuatu Ia tidak lebihkan, segala sesuatu
dicukupkanNya. Oleh sebab itu aku mengucap syukur buat hidupku sampai sekarang
ini.
Puji Tuhan di tahun ke lima aku mulai stress memikirkan biaya kuliah. Karena beasiswa sudah habis, aku sudah berhenti jadi asisten supaya fokus ke skripsi. Kegiatanku hanya fokus ke pelayanan dan studi saja saat itu. WOW stress memuncak karena aku nggak punya pemasukkan sama sekali. Puji Tuhan, pelayananku mendukung dengan cara memberikan uang saku setiap bulannya. Masih ada juga uang pensiunan ibuku untuk membiayai kuliahku.
Tuhan kirimkan orang-orang yang mengasihiku mulai dari
keluargaku sendiri, komunitasku, dan bahkan orang yang tidak pernah kukenal
sebelumnya. Ya, Dia yang menanggung hidupku, bahkan sampai sekarang. Tuhan
sediakan pekerjaan terbaik untuk kakak dan adikku, Bahkan untuk aku sendiri,
yang saat ini sedang part time dan mencari pekerjaan yang tetap.
Sekarang aku, kakak dan adikku sudah lulus. Tinggal menunggu wisuda adikku bulan depan. God faithfullness banget!!
Satu hal yang kupelajari adalah, Dia itu setia BANGET!! Dia pasti tolong di saat yang paling tepat. Pertolongannya ga kurang, nggak lebih tapi PAS!! Lantas apakah aku perlu khawatir lagi sama perjalananku ke depannya? Perjalanan yang begitu MENGESANKAN aja bisa Dia kerjakan dalam hidupku. Masakkan dalam hal masa depan Ia berdusta?
Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang -Amsal-
Aku belajar untuk percaya sama Dia, Juruselamatku, yang menopangku, Bapaku, Allahku, my everything :*
So, sampai sini, maukah kamu melewati semua yang
kulewati? Because you have your own journey! Tuhan memberkati!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar