Senin, 21 September 2020

Belajar dari Yusuf (Part 2) Kejadian 42-43

12 Anak Yakub, Nenek Moyang Bangsa Israel - RUBRIK KRISTEN

Masih belajar dari kisah Yusuf ya gengs! Yakub sih lebih tepatnya...

kali ini, saya menyoroti kisah Yusuf yang menahan Simeon, saudaranya supaya Benyamin bisa dibawa ke Yusuf untuk ditemuinya. Saya melihat ada 2 sudut pandang di sini. Sudut pandang pertama adalah sudut pandang Yakub dan ke dua adalah sudut pandang Yusuf.

Peristiwa di mana Yusuf minta Benyamin dibawa kepadanya,

membuat Yakub, ayahnya begitu sedih dan tidak mau membiarkan anak-anaknya untuk membawa si bungsu Benyamin. Yakub, tidak rela dan takut terjadi sesuatu hal yang tidak baik ke Benyamin. Namun, pada akhirnya ketika bahan makanan di rumah Yakub sudah habis, mau tidak mau, Yakub harus menyerahkan Benyamin untuk dibawa ke Mesir. Bahkan Yehuda mempertaruhkan nyawa anaknya supaya Benyamin diperbolehkan pergi.

Bayangkan betapa khawatirnya Yakub yang takut kehilangan Benyamin. Yakub mungkin mengalami ketakutan setelah kehilangan Yusuf anak dari Rachel yang dikasihinya, dan sekarang harus merelakan Benyamin anak kesayangannya setelah Yusuf untuk pergi ke Mesir. Tentu, Yakub khawatir sebab, 10 anaknya yang lain dianggap sebagai pengintai di mesir (padahal ya Yusuf aja yang mengada-ada alasan biar ketemu Benyamin). Kalau Benyamin datang ke Mesir dan dibunuh gimana? Kalau ditangkap juga gimana? Hehehe gitu deh khawatirnya Yakub mungkin 😅

Oke, tapi kalau saya membayangkan nih, sebagai orang yang sudah pernah baca keseluruhan ceritanya sampai endingnya bahkan. Saya memahami kekhawatiran Yakub yang nggak tau apa yang akan terjadi di depan sana.

Padahal kalau kita lihat dari sisi Yusuf, dia hanya kangen dan rindu untuk bertemu keluarganya. Tentu secara naluri, Yusuf pun akan memastikan bahwa keluarganya aman tentram sentosa kan?

Tapi bagusnya nih di sini, Yakub kembali berserah kepada Tuhan dan menyerahkan Benyamin yang begitu berharga buatnya untuk dibawa pergi.

Kejadian 43:14

Allah Yang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh belas kasihan kepadamu, supaya ia membiarkan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kembali. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku , biarlah juga kehilangan!

Penyerahan Yakub sungguh luar biasa, meskipun dia tidak tau apa yang akan terjadi di depan sana. Kalau saya membayangkan bagaimana sudut pandang Allah yang sudah tau masa depan, mungkin Allah akan ketawa senyum-senyum sendiri lihat kelakuan Yakub dan Yusuf ini. Rancangan Tuhan memang membawa kebaikan buat anak-anakNya.

Tidak perlu kuatir dengan hari Esok. Hal yang kelihatannya bahaya, belum tentu demikian. Coba deh kita belajar melihat sebuah peristiwa dengan sudut pandang Tuhan. Sama seperti Yakub yang berserah penuh, bahkan dibilangnya kalau jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku , biarlah juga kehilangan! wow, bahkan Yakub meskipun sedih, ia berserah, kalau memang harus kehilangan semua anaknya, biarlah terjadi demikian. Hehe lagi-lagi janji Allah diuji kepada Yakub dan lolos lagi deh akhirnya. Kita juga tau akhir dari kisah ini adalah, Yakub dan kedua belas anaknya bersatu kembali di Mesir hingga waktu matinya Yakub. Bahkan lewat ketaatan Yakub ini, dampaknya seluruh bangsa Israel terpelihara oleh Mesir.

Percayalah pada sudut pandang Allah, karena Dia yang memegang masa depanmu.

God Bless You!


Tidak ada komentar: