Adalah sebuah teka teki
Saat kita berjalan dengan arti
Seolah mengerti
namun ternyata sok taunya sendiri
Menikmati apa yang Ia berikan
Tak akan pernah lepas dari duka atau kebahagiaan
Naik turun akan selalu jadi pengalaman
Berjalan memimpin kerumunan
Tuhan mempercayakan mereka
Bersama berjalan ke sana
Sebuah warisan berharga
Duduk diam di kakiNya
Menjawab sebuah teka teki
Berproses berpikir dan berlari
Taat dan setia mengerjakan ini
Percayalah pada panggilan Ilahi
Demikianlah sebuah Puisi yang saya buat mengenai sebuah panggilan. Ketika
Abraham dipanggil Tuhan, bagiannya adalah taat kepada firman Tuhan. Ia disuruh pergi ke negeri yang tidak dikenalnya. Dan kita tau sekarang bahwa Israel menjadi bangsa yang kuat. dan merekalah keturunan Abraham yang dijanjikan itu yang menduduki tanah Kanaan. Abraham bahkan tidak melihat hal itu tergenapi, namun ia mengambil bagiannya untuk tetap taat.Belajarlah untuk taat di tengah ketidakpastian. Apakah yang menjadi Ishakmu saat ini? Beranikah kamu mempersembahkannya seperti Abraham mempersembahkan anak perjanjiannya dengan Allah? Abraham tetap memilih untuk taat dan kita tau ketaatannya bahkan berdampak hingga sekarang. Hingga lahirnya Yesus Kristus yang menyelamatkan dunia dari maut.
Berbicara soal panggilan, sekali lagi jangan pernah sok tau ya! Panggilan itu seperti Puzzle yang dikasihtaunya step by step. Saat Tuhan kasih kamu panggilan A atau B atau C. gak mungkin Tuhan Allah gegabah bukan? Ia pasti akan mempersiapkan kita untuk mengerjakan panggilan itu. Itulah jalan kita bisa mulai mencari apa sih panggilan kita sebenernya?
Terus kalo saya belum tau apa-apa gimana? Saya cuma tau jalannya ke gang ini doang, tapi bahkan saya nggak tau jalan ke tujuan akhirnya gimana/?
Saya akan jawab: ya, seperti Abraham, bagianmu taat dulu sama sejauh mana kamu harus melangkah (i think ke mana kita melangkah juga pasti dituntun kok, nggak sembarangan), jika sudah waktu yang tepat, tentu Tuhan akan kasih pengertian kamu lebih lagi. Toh Firman Tuhan bilang juga kalo Roh kita akan dibaharui dari sehari ke sehari. Jadi, I think pasti kita endingnya akan ngerti sendiri ke mana kita harus melangkah. Hanya saja di masa penantian ini adakalanya nggak sabar yak, kayak si sara yang ga sabar punya keturunan padahal udh jelas bakal dikasih keturunan di waktunya Tuhan. Ehhh, sarah malah suruh Abraham nikah sama Hagar. Hati-hati dengan ketidaksabaran, memang endingnya kita dapat janji sih, namun dalam setiap ketidaktaatan ada konsekuensi yang akan kita tanggung. Jadi belajarlah untuk taat. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar