Rabu, 23 September 2020

Diajari karena dikasihi

KASIH BAPA

Lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi. Demikian kata amsal. Bersyukurlah kalau masih ada yang menegurmu berarti ada orang yang mengasihimu. Saya tahu, ditegur itu tidaklah enak, menyesakkan mungkin. Tapi begitulah seharusnya...

Jika kamu menjadi orangtua, tentu kamu mau yang terbaik dong buat anakmu kelak. Sebagai orangtua yang baik, tentu tidak akan membiarkan anaknya bermental tempe. Orangtua tentu ingin anaknya kuat menghadapi cobaan hidup. Jika kamu tau anakmu salah dan tidak kamu tegur, tentu jadi kamu yang salah.

Salah satu kelemahan saya adalah menegur orang lain. Saya takut dia terluka dan saya seringkali merasa kasihan. Huh! Demikianlah budaya Jawa yang masih melekat di saya (Read: Pakewuh). Padahal kalau itu terus dipertahankan berarti saya sedang membiarkan orang-orang yang saya pimpin menjadi orang yang tidak kuat secara mental, fisik, dll. Saya terus mengingatkan diri saya sendiri bahwa harus bisa menegur orang lain, kalau nggak mau tegur mereka yang salah, artinya kamu nggakmau mereka dibentuk.

Kedekatan dan pengenalan terbentuk dari adanya konflik bukan?

Hehehe dan saya seringkali menghindari konflik, please jangan ditiru, ini tidak bagus. Konflik justru membuat kita bertumbuh. Mengapa Tuhan memberikan begitu banyak konflik batin kepada anda? 

Saya pernah menonton sebuah film berjudul "The Encounter", dan di situ ada seorang perempuan yang begitu keras tampak luarnya, dan dia juga lebih banyak diam, namun menyembunyikan begitu banyak luka. Seorang pemeran Yesus kemudian berkata kepadanya:

J: Kayla, what do you want? (Kayla, apa yang kamu inginkan?)

K: I just dont want to hurt anymore.. (Aku hanya tidak ingin terluka lagi)

I can't promise you, that your problem will dissapear all over night, you have hard road a head of you, but I can tell you that you have a peace and purpose in your life! And you are not only survive, but you strive and grown, if you trust Me. Will you follow me?

Saya tidak berjanji bahwa masalahmu akan selesai dalam satu malam, kamu akan menghadapi rintangan yang berat di depan, tapi aku bisa memberimu kedamaian dan tujuan dalam hidupmu! Kamu tidak hanya akan bertahan, namun juga berjuang dan bertumbuh, jika kamu mempercayaiKu. Maukah kamu mengikutiKu?

Tuhan menjadikan seorang yang sebenarnya rapuh, menjadi kuat dengan membawa seseorang pada perjalanan hidup yang tampaknya begitu berat. Tetapi, namanya juga Bapak, pasti nggak bakal tega lihat anaknya menderita bukan? Tapi tetep sih, kalo demi kebaikan sang anak, bapak pasti lakukan dengan keras demi supaya anaknya mengerti.

Tuhan Allah menghukum bangsa Israel dengan murkaNya, namun Dia juga bisa menyesal atas apa yang dilakukanNya. Mengapa? Jawabannya jelas, karena Dia mengasihi mereka.

Bapa yang baik itu justru menyesah anak-anaknya demi kebaikan sang anak. Ibu saya seringkali mengajak saya untuk berjualan di Sunday Morning di UGM hanya untuk menunjukkan kepada saya bahwa mencari uang tidaklah mudah. Kami ke kota Solo bersama berkeliling Rumah Sakit menjualkan obat-obat Radiologi, hanya untuk menunjukkan gambaran dari sebuah kerja keras. Hingga akhirnya ketika beliau tidak ada, saya menyadari dampaknya saat ini. Terutama ketika Ibu saya begitu giat berdoa dan bersekutu, serta melayani. Sampai sekarang pun saya masih bertanya-tanya, benarkah ibu saya S2 Theologi? Saking saya mungkin belum mengenalnya sedekat itu.

Mengenal kasih Bapa buat manusia membuat saya takjub sama kasih setiaNya.

Satu pesan ulangtahun dari ibu saya di usia yang ke 16 saat itu.

Amsal 1:7

Takut akan Tuhan, itulah permulaan pengetahuan.

Saya menyadari betapa besar kasih Bapa setelah merenungkan setiap perjalnaan hidup ini. Betapa pentingnya takut akan Tuhan itu diperkenalkan kepada anak sejak dini. Dia bisa mengenal Bapa jasmani, tapi better lagi kalau seorang anak sudah sejak kecil mengenal Bapa nya yang di Sorga bukan?

Bapa di Sorga mengasihi anak-anakNya. Ada kalanya Ia menegur, namun supaya anakNya bisa menghadapi ujian-ujian yang lebih berat di depan. Percayakanlah hidupmu sama Bapa di Sorga, selalu. Tuhan Yesus memberkatimu.

Tidak ada komentar: