Sabtu, 06 Februari 2021

Sebuah Kisah anak SMA part 13 (Kenapa?)

Hari ini kami melayani bersama di sebuah kampus akademi di kota Yogya. Ini pertama kalinya aku melayani bersama dia. Aku pembicara, dia gitarisnya, hehehe.

Selesainya kami melayani, kami makan bersama di sebuah tempat sederhana, "Spesial Sambal" namanya. Selama perjalanan tadi ke kampus, ke tempat makan, kami awkward moment banget (karna dia udh bilang mau maju, jd buat suasana jadi aneh) Oh ya, aku pergi pelayanan bersama dia juga aku sudah ijin ke kakak rohaniku yes! Semua terakuntabilitas...

Akhirnya, begitu kami di tempat makan, sungguh kami diam-diaman di awal, lalu aku bertanya 

"Aku penasaran, kenapa sih kamu berani maju? Bukannya ini bukan kamu banget ya?"

"emang boleh aku share sekarang?"

"nggak tau juga sih, bolehlah..." (lhah iya daripada kami ketemu, awkward momen kayak tadi *dlm hati nih ngomongnya)

Jadi, sesi siang tadi akhirnya aku mendengar beberapa alasannya mengapa dia seberani itu...

Aku pun bertanya: memang kamu nggak apa-apa kalau aku melayani sepenuh waktu?

"nggak apa-apa, aku udah mempersiapkan diri bahkan kalau kamu jadi pendeta atau missionaris"

Boom, mati gue, ini serius? Aku pun bilang bagaimana rencanaku ke depan ke si Pria Daud. Dia pun bilang bahwa dia akan mendukung apapun yang mau aku lakukan ke depan asal untuk kemuliaan nama Tuhan, Hmm sungguh aku hanya diam dan senyum saja. 

Kujelaskan lagi alur U terbalik di tempat aku bertumbuh, bahwa akan ada masa di mana aku akan mendoakan sungguh-sungguh untuk memurnikan hati dan mungkin aku nggak akan hubungi dia dan bahkan memblokir dia. Aku bercanda: mungkin aku akan doakan selama setahun ini, gimana menurutmu?

Jawabannya: nggak papa, aku gpp kok, karena aku yakin, kalau Tuhan pasti akan pertemukan kita lagi...

Hahaha ngakak gue!! Yah pada akhirnya kami sama-sama berproses dan menunggu bagaimana kakak rohani akan merespon nanti. Lanjutnya di next post ya!

Tidak ada komentar: