Sabtu, 06 Februari 2021

Sebuah Kisah anak SMA Part 15 (banyak sekali cerita)

Tanggal 11 Januari 2021

Aku kembali mengingat begitu banyak hal yang terjadi di tahun 2020, khususnya sejak aku tidak berkomunikasi dengan si Pria Daud, sejak 13 Desember lalu, hingga sekarang. Wow, sungguh banyak sekali cerita yang ingin kuceritakan padanya nanti.

Mulai dari aku yang tes antigen di stasiun, bertemu kembali dengan kakak rohaninya, hingga seorang kawan yang berpulang tiba-tiba. Aku ingin bercerita banyak hal yang semoga dalam waktu seminggu nanti, cerita itu tak habis-habis.

Jadi, hari Sabtu lalu, aku ditelepon oleh dua sejoli yang jadi pembimbingku dalam masa penantian ini. Mereka mengatakan bahwa baru di akhir bulan kami akan bertemu dan berkomunikasi lagi. Hahaha, senang sekali hati ini. Karena memang benar saja, sudah lama sekali rasanya (padahal sebulan aja belum ya khan!) tidak bercerita kepadanya.

Sebuah rindu muncul di awal-awal penantianku akan si Pria Daud ini. Namun, aku komunikasikan itu sama Tuhan. Karena aku tau, walaupun kami nggak bisa komunikasi, setidaknya, kami masih terhubung oleh doa (hiya..hiya..hiya... Aku tidak tau apa yang sedang ia pikirkan di sana, atau apa yang dia alami di sana namun setiap kali rasa khawatir muncul, aku mencoba menenangkan hatiku dan berdoa meluapkan segala hal yang ada di hatiku.

Teringat terakhir kali kita ketemu, kubilang:

aku mungkin akan blokir kontakmu ya, bisa sebulan, dua bulan atau tiga bulan, bisa saja setahun, hahaha (bercanda yg setahun loh ya!)

Jawabannya serius dong: Oh ya, nggak papa, setahun juga nggak papa kok, karena aku percaya kalau Tuhan pasti akan pertemukan kita di waktu yang tepat. 

Yah, karena aku dan dia mungkin sama-sama menyadari bahwa kalau kami bisa bertemu itu adalah waktu-waktunya Tuhan memberikan anugrah dan kesempatan untuk bertemu, itu bukan semata-mata karena kami mau saling berjanji untuk bertemu.

Lucunya, kudengar dari para pembimbingku ini, bahwa si Pria Daud sungguh-sungguh mengira bahwa kami akan betul-betul lost kontak selama satu tahun lamanya, hahahaha. Padahal perkataanku waktu itu sudah kububuhi kata "aku hanya bercanda."

Para pembimbingku ini mengarahkanku jika di pertemuan aku dan dia nanti, dia harus mengulang untuk menyatakan imannya. Kukira aku langsung bisa menjawabnya saat bertemu, ternyata masih perlu menguji minimal satu minggu untuk jadi waktu-waktu goal apakah aku akan menerimanya atau tidak. Hahaha, aku ragu sih sebenarnya menahan jawaban itu selama seminggu jika kami sudah diijinkan untuk berkomunikasi Semoga saja cerita-cerita yang Tuhan ijinkan terjadi di 1 bulan ini cukup banyak untuk kuberitahukan kepadanya selama seminggu, hahaha.

Ditunggu saja ya part kisah selanjutnya.

Akhirnya aku masih menantikan kapan saatnya kami bisa berkomunikasi lagi. Mungkin ini maksud Tuhan membuat banyak sekali.peristiwa yang terjadi di masa-masa penantian ini.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, untuk mendatangkan kebaikan, bagi mereka yang mengasihi Dia, Roma 8:28

Tidak ada komentar: