Hai, kamu lagi di mana?
Lagi sibuk ya?
Chat WA nya muncul di notifikasi..
Aku sedang samar-samar memikirkan, bagaimana ya hasil presentasinya? Hari itu dia harus presentasi untuk sebuah seleksi di kantornya. Aku hanya ingin tau bagaimana hasilnya. Saat chat itu muncul aku segera menjawab bahwa aku masih belum pulang. Aku masih menghabiskan makan malamku di sekretariat pelayanan. Dia menungguku pulang untuk entah apa yang akan dia katakan.
Aku tau bahwa kami tidak suka chattingan (atau hanya aku). Mengobrol langsung menjadi momen kesukaan kami dengan orang-orang yang kami kasihi. Saat itu aku sudah tau, bahwa ada dua pilihan, dia mau meneleponku atau video call WA ku.
Betul saja, sepulang aku dari sekre itu, kami ber video call, dan tiba-tiba dia menceritakan bagaimana proses presentasi yang dia lakukan di kantornya. Kabar yang mungkin kutunggu dalam hati kecilku. Hahaha hiburan dari Tuhan nih buatku.
Tiba-tiba saja dia berkata,
"jadi aku udah berdoa dan aku kayaknya mau coba maju, itu gimana menurutmu?"
Hah? (seruku kencang)
Jujur aku senang, tapi kurasa aneh, kok secepat ini? Kubilang padanya bahwa boleh kamu maju, tapi kurasa belum saatnya, kondisinya tidak baik sekarang. Kupikir kamu perlu kukenalkan dengan seorang kakak yang mau mendengar cerita hidupnya sama sepertiku namun sesama pria. Kukatakan itu padanya, dan betul saja dia mau.
"Kamu bisa ngobrol juga nanti sama kakak ini, dia tau situasiku sekarang".
Betul saja, bahwa ini bukan saatnya, karena aku rasa aku masih perlu memperbaiki diriku. Belajar menjadi wanita yang bervisi dan belajar mengenal kehendakNya dulu. Ditambah dengan kabar putusku yang sebenarnya belum terselesaikan di satu pihak lainnya. Aku kaget dan aneh sebenernya, kenapa secepat dan semudah ini rasanya?
Di sisi lain pun aku sebenernya memang mendoakannya, namun aku masih mau mengenalnya secara natural. Namun aku pun di reminder sama Tuhan untuk tidak usah buru-buru, let it flow dan santai saja. Aku masih bertanya-tanya bagaimana sih hidup dia aslinya. Dasar pria Daud terlalu gegabah mungkin dia, hahaha.
If I can talk to God, I will say," Thank You, and I will still love You." Aku mau bilang makasih dan aku bersyukur, namun tolong tetap jaga hatiku hingga waktunya tiba, ya Bapa. Engkau lah yang memegang semua kendali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar