Kamis, 04 Februari 2021

Sebuah KIsah Anak SMA Part 7 (Jangan buru-buru)

Jangan terburu-buru...begitu kataku dalam hati.

Iya, beneran aku mau maju..

kenapa?

Karena kita sefrekuensi dan sudah kenal lama, ya walaupun aku tidak ada perasaan apa-apa sih.

(What? Dasar cowo gak peka)

Untung saja aku plegma, dan aku bisa menjaga ekspresi datarku hahaha. Ada cowok model begini, jujur, polos dan tetapi, betulkah itu kata-kata dari dalam hatinya?

Puji Tuhannya dia tidak bertanya bagaimana perasaanku padanya. Hahaha. Kalaupun tanya, aku belum siap jujur bahwa sempatlah aku baper di beberapa pertemuan kami. Tapi memang dalam setiap kesempatan itu, nggak ada rasa pekanya kayanya hahaha. Yaudah sih ya, aku nggak kecewa dan sedih kok, justru aku senang karena kondisinya memang nggak memungkinkan untuk lanjut ke tahap berikutnya. Terlalu abu-abu kalau mau maju sekarang hahaha. Tapi nggaktau kalau nanti di masa depan. "We dont know the future."

Sebuah komitmen tidak hanya didasari oleh perasaan cinta atau suka. Kalau suka mah sama artis korea yang ganteng-ganteng banyak. Tapi kan nggak komitmen, begitu kataku padanya. Aku senyum sumringah dan melanjutkan pertemanan ini. Aku rasa sih, ini pertemanan yang tulus dan memang kalaupun dia menemukan seseorang yang dia suka dan itu bukan aku, ya aku harus rela dong ya. Iyalah, seperti aku dan si adik dari gereja yang dulu, hubungan kami hanya sebatas kakak dan adik saja waktu itu.

Aku memulai pertemanan yang tulus dengannya sekarang. Sebagai teman yang saling mendukung satu sama lain dan mendukung semua keputusan satu sama lain. Pertemanan yang tidak mengikat dan mengatur, hahaha. Bebas rasanya melakukan apa saja yang kumau. Memang kondisi ini harus ada dan tidak perlu berlebihan. Tuhan Yesus tau yang terbaik buat kami. Aku percaya sih kalau aku nggak akan pernah kecewa kalau berharap sama Bapa.

Akan ada kisah apa selanjutnya? Aku pun tak tau, tapi perjalanan ini sungguh sangat seru.

Tidak ada komentar: