Halo guys, hehehe...
Hari ini adalah hari yang menyenangkan menurutku, karena aku akhirnya bisa main lagi sama si Pria Daud, setelah sekian lama kami nggak pernah pergi keluar bareng. Entah mengapa pergi keluar bareng menjadi satu kewajiban sekarang. Aku pun tak tau apa sebabnya...
Malam ini jam 23.00 lalu, Pria Daud tiba-tiba chat dan meminta ijin untuk Video Call. Tumben kurasa, karena biasanya dia akan chat dan ajak video call jika sudah di jam-jam pagi. Hmmm...
Sejujurnya aku udah pasrah sama Bapa, kamu lihat kan postinganku sebelumnya? Aku berserah aja deh sekarang..
Hari itu (malam), akhirnya kami video call, dan dia tiba-tiba serius bicara denganku. Dia akhirnya bilang serius mau maju. Waduh, aku bingung dong ya..
Kata dia, dia nggak ada perasaan apapun denganku, kok tiba-tiba dia bilang gini dan di saat yang nggak kuduga.
"Aku mau ngomong,...."
"duh, kok aku jadi deg-degan (kataku)"
"hehehe, aku juga deg-degan"
(Lah, padahal aku deg-degan cuma bercanda hehehe, eh dianya serius).
"Eh, ada nggak yang mau maju sama kamu sekarang?"
"Enggak, kenapa?"
"Gimana kalau aku maju sama kamu?"
Oke, kali ini aku terkaget, dan responku tidak seperti yang lalu-lalu. Aku jawab, iya nggak apa-apa, silakan. Dia mulai merancang-rancang, kapan bisa bertemu dengan pembimbingku. Kali ini dia benar-benar serius untuk mengejarnya. Padahal aku tau, proses (U terbalik) seperti ini, dulu nggak disukainya.
Dia mulai berkata bahwa ada perasaan yang timbul selama kita bersama. Dia bilang:
ya, nggak mungkin dong kalau gak ada perasaan..(perasaan yang selama ini bilang nggak ada perasaan siapa coba?)
Aku bersyukur kalau fase ini ada, aku jadi benar-benar tau bahwa Tuhan setia. Baru kuingat beberapa hari lalu sebelum ini terjadi, aku menonton sebuah video kotbah seorang hamba Tuhan tentang pasangan yang sevisi. Manakah yang harus diikuti, visi suami atau istri? Jawabannya adalah: apa yang dipersatukan Allah tidak dapat dipisahkan manusia, visi Allah atau suami juga adalah visi Allah atas istri. Jika Tuhan nyatakan visi kepada istri, Tuhan harusnya juga nyatakan ke suami, sebagai konfirmasi betul, bahwa visi itu dari Tuhan.
Lalu ternyata beberapa hari lalu itu, aku berdoa:
Tuhan, kalau benar dia orangnya yang selama ini Kau tunjukkan, buat dia mendapatkan hal yang sama. Ehee.. tiba-tiba dia maju dong beneran. Sungguh aneh bukan, Tuhan kita ini, lucu betul Journey of faith ini. Ketika aku sudah nggak berharap, namun Tuhan tunjukkan jalannya. Bahkan tiba-tiba aja, aku akhirnya mulai merencanakan untuk kuliah S2 untuk mempertajam ilmu yang kumiliki. Tiba-tiba saja semua terbuka di masa-masa ini, penghujung tahun 2020.
Lalu, apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Stay tune ya di part berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar